Detik ini,
Aku masih merindukanmu, menginginkanmu, mengharapmu, teriring salam dari seluruh anggota tubuhku, jantungku, hatiku, aliran darahku, aku masih mencintaimu.
Bodoh sekali aku untuk selama ini selalu berpikiran negatif atas hubunganmu sama dia. Entah jin apa yang menguasaiku sampai cuma kegilaan yang tersisa ketika tahu ada sesuatu terjadi antara kalian berdua. Aku ndak punya hak sedikitpun untuk menguasai hidupmu, untuk mengatakan siapa-siapa saja yang boleh berhubungan sama kamu, untuk membolehkanmu melakukan sesuatu sedangkan tidak untuk yang lain.
Egois sekali aku untuk mengatakan kamu sepenuhnya milikku, sedangkan 24 jam hidupmu sama sekali bukan untukku. Bagaimana mungkin aku meng-klaim itu semua jika memohon semenit waktumu bagiku adalah pekerjaan yang tak akan pernah selesai. Aku tahu, kamu sudah berusaha semampumu untuk memahamiku. Ketahuilah, engkau berhadapan dengan seseorang yang memiliki multiple personality, bunglon yang berjalan dengan dua kaki dan menghindari makan sapi. Pribadi rapuh yang teramat manja hingga tak ada ruang bagimu untuk mengingat dirimu sendiri. Pemikir yang terlalu banyak berpikir hingga lupa apa yang seharusnya dipikir. Penulis absurd yang selalu berlindung di balik kata-kata hingga menyesatkan dan menyalahkanmu atas kebodohanmu untuk menangkap maknanya.
—————————————————–
SAYA BELAJAR…
Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya…
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai ….
Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun Kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya ….
Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali ….
Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik ….
Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh, walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati….
Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian Seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya…
Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri…., kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus ….
Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya ….
Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan ….
Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda ….
Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya ….
Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati ….
Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya ….
Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis ….
Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai ….
Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya ….
(thanks to Dian for the writing. You go girl!)
—————————————————
Aku terlalu memberatkanmu, aku menyita waktumu, aku menguras emosimu, aku membebanimu dengan masalah-masalahku, aku mengganggumu dengan cemburu-cemburuku, rengekan-rengekanku, tangisan-tangisanku. Dan membatasi semua langkah-langkahmu. Aku yakin saat ini kamu terganggu…
So ignore me… if that would be the best for you, for your life, for your future…