Pathetic Low-Life

May 12th, 2005 by shanklyghost

Hidup adalah suatu berkah dan anugrah dari Tuhan kepada kita. Maka, segala bentuk perjuangan untuk menemukan dan mempertahankan kehidupan adalah segala bentuk ke Maha Kuasaan Tuhan. Begitu kecilnya kita ditengah samudera kehidupan Tuhan. Begitu kecil dan sombongnya kita. Naif sekali kita ini sebagai mahluk. Kita itu mahluk, “creature”, sama seperti cacing, amuba, gajah, sapi.

Bagi saya, Seorang tua yang menghabiskan waktunya di jalanan mengayuh becaknya dari pasar ke pasar, berusaha mengais rempah-rempah kehidupan dari mereka yang berlebihan, lebih mulia dari seorang muda kaya raya yang tidak pernah kepanasan namun sekali putus cinta memilih berlindung di balik narkoba, minuman keras dan ketiak wanita… Pathetic low life! Semoga Tuhan masih menyisakan ampunan untuk pengecut-pengecut kehidupan seperti mereka. Hidup hanya sekali dan sangat pantas untuk diperjuangkan. Life is worth to fighting for…

Prinsip Investasi 01

May 8th, 2005 by shanklyghost

Kuucapkan terima kasih banyak untuk seseorang yang belakangan ini telah mengajarkan sesuatu yang sangat berharga. Don’t put all your eggs in just one basket.  Entah siapa penemu prinsip ini, yang pasti ia telah lebih dulu menemukan bagaimana menerapkan kemampuan lateral baik sadar atau tidak untuk mengembangkan paradox ini jauh ke depan dan dengan kemampuan generalisir yang teramat luar biasa (baca “the six thinking hat”!). Dan yang pasti, dia telah sering kali dikecewakan, dibuat tertawa, masygul, manyun, terblo’onkan oleh basket-basket, dimana telur-telurnya pertama kali tersimpan semua. Yang selama ini dipahami adalah bahwa tujuan mulia dari tidak menempatkan semua telur anda dalam satu keranjang adalah untuk membagi resiko. Itu yang didengung-dengungkan di semua sekolah-sekolah bisnis dan dari bujukan-bujukan calo investasi, apapun bentuknya. Bila satu keranjangmu rusak, kau masih memiliki telor di keranjang yang lain.

Berbagi resiko… Mmmh, let’s see…

“Basket itu tempat menyimpan, for crying out loud! Kau selalu bikin bingung!”

“Apa yang disimpan?”

“Apapun yang memang layak untuk disimpan dan bisa menghasilkan.”

“Menghasilkan bagaimana?”

“Menghasilkan sesuatu yang memberi nilai lebih dari yang semula disimpan”

“Maksudnya nilai lebih?”

“Ya bisa berupa tambahan nilai rupiah, tambahan penghasilan atau apapun”

“Dasar kapitalis busuk, ngomong aja ada tambahan harapan disana”

“Ya, aku memang bicara tentang harapan.. Hidup ini kan penuh harapan…”

“Begini, ada ndak yang menyimpan sesuatu di basket tanpa mengharapkan apa-apa?”

“Ndak ada! Pasti mereka mengharapkan sesuatu”

“Kamu yakin?”

“Absolutely, definitely, obviously!”

“Bagaimana kalau yang akan dia simpan adalah sebentuk cinta? Cinta pun memiliki harapan. Haruskah juga dia pecah cinta yang utuh tadi dan meletakkan serpihan cinta itu pada banyak basket?”

Promises

May 2nd, 2005 by shanklyghost

Ada sebuah penyakit umum yang berkembang biak di kalangan Marxist atau minimal orang-orang yang sependapat dengannya: mereka begitu mudah ingkar janji. Tidak heran apabila lantas revolusi-revolusi yang dibangun oleh kaum Marxist seringkali berujung pada kediktatoran borjuis baru yang mengatasnamakan proletar, yang dulu berjanji akan membebaskan proletar dari belenggunya. Revolusi Bolshevik, itu contoh besar bahwa orang-orang Marxist tak bisa dipercaya untuk dapat memegang janji. Mungkin ada kaitannya saat aku melihat dan mengalami bagaimana orang-orang Marxist di sekitarku semuanya adalah orang-orang yang paling mudah untuk mengingkari janji.

Pabu saciladh

April 19th, 2005 by shanklyghost

Belakangan aku banyak sekali bersabar. Aku katakan, samudera maafku tak akan pernah kering untuknya. Mungkin aku tak terlalu jelas mengatakannya hingga menimbulkan multi persepsi, entah persepsi itu hal yang wajar atau memang karena kebebalan otak seekor pithecanthropus erectus yang memang sampai kemusnahannya tak pernah mengenal kata memahami.

Seperti saat ini, ditepi samudera maafku, diantara pulau-pulau kegalauan hatiku, ia enak-enak berenang… gaya kupu2, gaya bebas, gaya dada, gaya katak, gaya anjing, gaya babi, dan mungkin juga diantara berenangnya tadi ia pipis atau bahkan e-ek didalamnya, mana aku tahu. Enak memang ketika kita tahu ada seseorang yang selalu ada untuk kita setiap saat. Yang selalu sanggup untuk mengalah dan menekan perasaan dalam-dalam setiap waktu. Yang selalu mau berjalan di sepatunya seperti kata chester bennington.

Enak memang… nikmat memang.

Bangsat memang! Pabu saciladh!!

beauty 02

April 17th, 2005 by shanklyghost

Itu adalah salah satu alasan mengapa aku tak pernah tertarik pada perempuan cantik, walaupun pada dasarnya mereka memang menarik. Sangat menarik bahkan. Alasannya adalah bahwa aku tak bisa percaya bahwa tanpa perawatan teratur dan disiplin maka rambut serta kulit dapat dihadirkan dengan indah. Jadi apabila ada seorang yang merawat kulitnya dengan baik, keramas teratur, maka hidupnya akan juga lebih baik. Tampilannya menarik. Ia menarik dan fisiknya terawat baik, maka jelas ia telah menghabiskan cukup banyak waktu untuk merawat diri. Begitu bukan biasanya? Kupikir ya. Dalam kehidupan urban seperti ini, menjadi cantik berarti juga bahwa seseorang harus membuang banyak uang dan waktu, dan memperbanyak konsumsi. Cantik, artinya akan lebih banyak lagi sistem perekonomian yang harus mendukung kebiasaan tersebut. Dan jelas aku tak pernah punya minat pada seseorang dengan tipe seperti itu. Lagipula, aku juga jelas-jelas bukan tipe mereka juga. Klop. Aku nggak cocok, mereka juga enggak. Terakhir, seperti layaknya porselen, seorang perempuan cantik jelas sangat indah, tetapi sekaligus juga terlalu mudah untuk dipatahkan. Mungkin tidak semuanya seperti demikian, tapi toh hingga kini aku belum pernah bertemu satupun dari para perempuan tersebut yang memiliki kriteria berbeda dengan yang kupaparkan di atas. Maka bagiku, hingga kini, perempuan cantik itu hanya asyik untuk berteman dan dikagumi keindahannya, tidak lebih, titik.

Beauty 01

April 17th, 2005 by shanklyghost

Aku teringat sebuah kolom pendek di sebuah harian di jogja beberapa tahun yang lalu. Disana ada sekelumit soal kehidupan seorang aktris sinetron asal Bandung yang namanya juga aku telah lupa. Dikisahkan melalui wawancara dengan sang aktris, tentang bagaimana ia dalam waktu tiga hari sekali akan hadir di salon untuk sekedar mencuci rambut. Sekalian untuk menjaga agar rambutnya tetap indah berkilau katanya, karena ternyata ia juga seorang bintang iklan produk shampoo dan perawatan rambut. Saat ditanya kenapa ia bisa sesering itu hadir di salon, ia hanya menjawab, “Soalnya kalau keramas sendiri suka masuk angin.”

For God sake !!

Please…

Ia tak akan pernah pulang

April 14th, 2005 by shanklyghost

Ia menangis, ia mengadu pada Tuhannya, ia memberanikan diri untuk tersungkur ke haribaan-Nya. Ia adukan semua yang ia rasakan. Suaranya berat tercekat menahan isak tangis. Dadanya bergetar menahan sedu sedan. Ia berusaha memperjelas suaranya meski ia tahu, Tuhannya Maha Mendengar. Air matanya bercucuran. Tangannya bergetar menengadah, mengharap sentuhan-Nya. Ia menghamba, ia mengiba, ia me-maha bodohkan-dirinya di hadapan Penciptanya yang Maha Perkasa. Ia mengecilkan dirinya didalam rengkuhan Sang Maha Besar. Ia menangis, dan ia akan terus menangis sepanjang malam. Ia tak malu lagi, baginya hanya ada ia dan Dia.

Seberkas cahaya menyinarinya. Dari jendela kamar yang tirainya tersibak. Ia memejamkan mata. Lampu jalanan dinihari itu menyeruak masuk dan menghangati relung sepi di hatinya. Waktu belum lagi pagi, di benaknya rasa bertahun-tahun perjalanan hidup seakan berlalu demikian cepat. Dalam beberapa saat ia melihat pertumbuhan dan perkembangan dirinya. Luka dan sakit yang diderita, kehadiran dan kehilangan yang dirasa, tawa dan canda yang pernah ada, suara-suara yang terngiang di telinga, semua berlomba melintasi alam bawah sadarnya. Dalam tangisnya ia merasa. Tuhanku berkata padaku.

Dengan suara parau, ia senandungkan sebait elegi. Bagaikan setangkup air di tengah samudera dahaga yang ia derita, membasahi bibir terkecap di lidah dan meluncur di kerongkongannya. Tuhanku memelukku. Ia merasakan usapan lembut penuh kasih pada helai-helai rambutnya. Ia merasakan hangat yang menjalar ke sekujur tubuhnya di tengah kedinginan malam.

Waktu berlalu…

Ia merasa dirinya begitu ringan. Ia bagaikan melayang. Matanya terbuka perlahan, didepannya begitu luas padang membentang. Ia tak lagi punya tangan, ia kepakkan sayapnya. Dua hentakan, dan ia terbang. Menyusuri padang luas tak bertepi. Ia mengakhirinya, ia mengawalinya. Manusia itu tak akan pernah pulang. Ia sudah terbang.

Stupid me, selfish me, ignore me…

April 13th, 2005 by shanklyghost

Detik ini,

Aku masih merindukanmu, menginginkanmu, mengharapmu, teriring salam dari seluruh anggota tubuhku, jantungku, hatiku, aliran darahku, aku masih mencintaimu.

Bodoh sekali aku untuk selama ini selalu berpikiran negatif atas hubunganmu sama dia. Entah jin apa yang menguasaiku sampai cuma kegilaan yang tersisa ketika tahu ada sesuatu terjadi antara kalian berdua. Aku ndak punya hak sedikitpun untuk menguasai hidupmu, untuk mengatakan siapa-siapa saja yang boleh berhubungan sama kamu, untuk membolehkanmu melakukan sesuatu sedangkan tidak untuk yang lain.

Egois sekali aku untuk mengatakan kamu sepenuhnya milikku, sedangkan 24 jam hidupmu sama sekali bukan untukku. Bagaimana mungkin aku meng-klaim itu semua jika memohon semenit waktumu bagiku adalah pekerjaan yang tak akan pernah selesai. Aku tahu, kamu sudah berusaha semampumu untuk memahamiku. Ketahuilah, engkau berhadapan dengan seseorang yang memiliki multiple personality, bunglon yang berjalan dengan dua kaki dan menghindari makan sapi. Pribadi rapuh yang teramat manja hingga tak ada ruang bagimu untuk mengingat dirimu sendiri. Pemikir yang terlalu banyak berpikir hingga lupa apa yang seharusnya dipikir. Penulis absurd yang selalu berlindung di balik kata-kata hingga menyesatkan dan menyalahkanmu atas kebodohanmu untuk menangkap maknanya.

—————————————————–

SAYA BELAJAR…

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya…

Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai ….

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun Kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya ….

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali ….

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik ….

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh, walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati….

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian Seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya…

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri…., kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus ….

Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya ….

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan ….

Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda ….

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya ….

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati ….

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya ….

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis ….

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai ….

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya ….

(thanks to Dian for the writing. You go girl!)

—————————————————

Aku terlalu memberatkanmu, aku menyita waktumu, aku menguras emosimu, aku membebanimu dengan masalah-masalahku, aku mengganggumu dengan cemburu-cemburuku, rengekan-rengekanku, tangisan-tangisanku. Dan membatasi semua langkah-langkahmu. Aku yakin saat ini kamu terganggu…

So ignore me… if that would be the best for you, for your life, for your future…

Dua Hati

April 12th, 2005 by shanklyghost

Ada seorang sahabat yang memberi wawasan baru padaku, bahwa ketika tiba saatnya seorang pria mencintai dua orang wanita, sesungguhnya ia tak pernah membagi hatinya. Lebih dari itu, ia sesungguhnya memiliki dua buah hati.

Manusia di fitrahkan memiliki satu hati, ketika kita bicara bahwa hati itu liver. Bagaimana kalo hati itu heart? Heart dengan segala dimensinya, dan semua ukurannya.

+ : Mas, sudah ndak usah mutar-muter, maksudmu opo?

Manusia ndak ada yang sempurna, kita paham itu. Perjalanan hidup kita mencari seseorang yang sempurna untuk ukuran kita sendiri. Parameternya ya heart itu tadi. Tapi apa yang terjadi ketika kesempurnaan itu ada di lebih dari satu entity yang payahnya mereka saling melengkapi dan parahnya itu semua dimiliki oleh satu liver.

Akan sangat tidak adil bila hati ini dibagi, karena hanya Tuhan yang Maha Sempurna dalam hal Keadilan. Maka daripada tidak adil, berikanlah dua buah hatimu masing-masing untuknya.

Masalahnya, apakah mengelola dua hati itu menjadi adil untuk si pemiliknya? Ketika pembicaraan sampai pada kenyataan bahwa ia mendapatkan kesempurnaan yang selama ini dicari, itu menjadi worth atau seharga.

Masalahnya lagi, apakah sama antara adil dan worth?

Where the title came from?

April 8th, 2005 by shanklyghost

Have you noticed the soccer game lately?

There’s big and ever-giant club still hanging there competing for their 5th european cup glory. Come from england. No.. Not blue! They’re wearing red-jersey. No.. Not Chelsea, for crying out loud! They come from hi-yelling, tough-working port neighborhood. They’re liverpool fc.

i’m big fan of it since i was in high school. Remember Ian Rush, Grobelaar, kenny dalglish, paul ince, and o’course my steve mc manaman, the only player that replied my letter personally. No… he’s not the only one. There are two more who replied my mail. Jamie Redknapp and the goalie Sander Westerveld.

So, you can start to figure ‘em out where’s merseyside and shanklyghost came from. Shankly was named from greatest LFC manager ever.

That would be all folks!